Cara Penyembelihan Hewan Kurban Sesuai Syariat Islam

Beginilah Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban Sesuai Syariat Islam

Kurban adalah agenda tahunan bagi umat Islam yang bernama Idul Adha. Dalam agenda ini, umat Islam akan menyembelih hewan-hewan tertentu. Namun, tata cara penyembelihan hewan qurban tentunya berbeda dengan penyembelihan hewan secara umum.Dalam menyembelih hewan kurban haruslah dengan berdasar pada syariat Islam. Sehingga nantinya proses tersebut bisa sah dan dagingnya pun halal untuk menjadi konsumsi masyarakat.

Ciri-Ciri Hewan Kurban

Hewan untuk kurban haruslah memiliki ciri-ciri khusus sebagai berikut.

Postur Tubuh Tegap

Untuk melihat apakah hewan kurban sehat atau tidak, aspire.con bisa melihat dari postur tubuhnya. Di mana tubuh hewan saat berdiri harus benar-benar tegap. Sehingga bisa untuk menjadi hewan kurban yang baik.

Memiliki Nafsu Makan Dan Minum Sebelum Kurban

Sebelum kurban berlangsung, lihatlah bagaimana nafsu makan dan minum hewan tersebut. Jika bagus, maka tandanya hewan ini sehat dan pantas untuk menjadi hewan kurban.

Matanya Tampak Jernih

Lalu, jangan lupa untuk mengecek bagian organ matanya. Jika mata hewan bersih dari kotoran serta air mata, maka hewan tersebut tandanya sehat.

Hidung Tidak Mengeluarkan Lendir

Ciri hewan kurban yang sehat adalah tidak mengeluarkan lendir dari hidungnya. Selain lendir, pastikan bahwa hidung hewan juga tidak mengeluarkan darah. Dengan begitu, hewan ini bisa untuk menjalani penyembelihan.

Usianya Cukup

Saat memilih hewan kurban juga harus memperhatikan usianya. Hal ini bisa aspire.con lihat dari adanya sepasang gigi seri bagian depan. Untuk kambing dan domba lebih dari satu tahun berarti sudah dewasa. Sedangkan untuk sapi lebih dari dua tahun berarti sudah dewasa.

Lakukan Doa Sebelum Menyembelih

Berdoa adalah bagian dari tata cara penyembelihan hewan qurban yang sesuai dengan syariat. Doa tersebut berupa bacaan basmalah, salawat satu kali, dan takbir sebanyak tiga kali. Lalu setelah hewan kurban menghadap ke arah kiblat, maka ada doa lagi yang tidak kalah penting.

Hewan Milik Sendiri

Jika hewan kurban disembelih sendiri, maka doa menyembelih kurban yang diucapkan seperti ini,

بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ

Bismillahi wallahu Akbar, Allahumma inna hadza minka wa laka. “Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah, sesungguhnya (sembelihan) ini dari-Mu dan untuk-Mu.”

Atau dengan,

بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا عَنِّي وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِي

Bismillahi wallahu Akbar, Allahumma hadza ‘Anni wa ‘an Ahli Baiti.

“Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah, ini dari hamba dan dari keluarga hamba.”

Hewan Bukan Milik Sendiri

BACA JUGA  Inilah Ciri Ciri Udang Galah Dan Habitat Nya

Jika hewan kurban yang disembelih bukan milik sendiri, artinya si penyembelih statusnya hanya sebagai wakil, maka lafal doa menyembelih kurban seperti ini,

بِسْمِ اللهِ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ هَذَا عَنْ فُلَانٍ

Bismillahi wallahu Akbar, Allahumma hadza ‘an fulan (sebutkan nama pemiliknya) “Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ini dari si fulan (sebutkan nama pemiliknya)”

Atau dengan,

بِسْمِ اللهِ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ فُلاَنٍ وَآلِ فُلَانٍ

Bismillahi wallahu Akbar, Allahumma taqabbal min fulan (sebutkan nama pemiliknya) wa aali fulan (sebutkan nama pemiliknya)

“Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah terimalah (Kurban ini) dari fulan (sebutkan nama pemiliknya) dan keluarga fulan (sebutkan nama miliknya).”

Setelah itu, barulah bisa melakukan penyembelihan hewan kurban. Baik itu berupa sapi, kambing, domba, dan unta untuk negara-negara tertentu.

Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Dengan Syariat Islam

Untuk menyembelih hewan kurban yang sesuai dengan syariat Islam sehingga sah dan halal, maka berikut adalah langkah-langkahnya.

  1. Sebagai langkah awal adalah dengan menidurkan atau merobohkan hewan kurban ke arah kiri. Lalu posisi kepalanya menghadap kiblat.
  2. Lalu membaca basmalah sebelum menyembelih hewan kurban tersebut.
  3. Posisi pisau yang sudah terjamin tajam ke leher hewan. Kemudian gerakkan pisau untuk menyembelih tanpa harus mengangkat pisaunya. Perlu aspire.con perhatikan, bahwa harus memutuskan tiga saluran berupa pembuluh darah, pernapasan, dan saluran makanan.
  4. Setelah mengetahui hewan kurban mati, maka aspire.con bisa melanjutkan ke tata cara penyembelihan hewan qurban selanjutnya.
  5. Gantungkan hewan dengan posisi kaki di belakang dan ikatkan ke atas, lalu kepada menghadap bawah. Hal ini agar darah bisa mengalir keluar secara maksimal dan mencegah supaya tidak terkontaminasi. Bahkan posisi seperti itu juga lebih mudah untuk memotongnya.
  6. Ikatkan saluran makanan ke anus. Hal ini agar isi lambung tidak mengotori daging.
  7. Untuk menguliti harus dengan membuat sayatan dahulu di tengah. Yakni dari kulit dada dan perut hingga ke kaki bagian tengah.
  8. Setelah menguliti, lalu keluarkan isi rongga dada dan perut. Lakukan secara perlahan agar usus dan lambungnya tidak robek atau tersayat pisau.
  9. Kemudian ambil bagian jeroan hewan, misalnya berupa hati, paru-paru, limpa, ginjal, jantung, usus, lambung, dan esofagus.
  10. Lalu jangan lupa untuk mengecek kondisi bagian daging, jeroan, dan kepala hewan. Jika bisa, usahakan untuk mendatangkan dokter hewan agar memeriksanya.
  11. Selanjutnya, aspire.con bisa memindahkan daging ke tempat yang sudah tersedia. Misalnya dengan menggunakan besek bambu atau daun pisang maupun daun jati.
  12. Jangan lupa untuk mencuci jeroannya sampai benar-benar bersih. Dan usahakan juga supaya tidak membuang kotoran atau pun limbahnya ke sungai maupun selokan.

Jadi begitulah tata cara penyembelihan hewan qurban yang sesuai dengan dengan syariat Islam. Sehingga daging hewan tersebut bisa aspire.con bagikan kepada masyarakat dengan kondisi yang halal.