Fatwa MUI tentang Trading Forex di Indonesia Sekarang

Tahukah kamu bagaimana fatwa MUI tentang Trading Forex yang berlaku di Indonesia saat ini? Pada dasarnya Trading Forex dihalalkan karena objek atau instrumen yang diperdagangkan jelas. Karena wujudnya jelas, transaksi antar kedua pihak bisa sah-sah saja terjadi.

Namun, hal itu berlaku jika transaksi yang dilakukan masuk ke dalam jenis SPOT. Trading Forex jenis SPOT memiliki aturan yang sangat jelas yaitu transaksinya dibayarkan secara tunai. Kedua pihak harus bertemu dalam satu tempat dan menjalin kesepakatan bersama dan itu sah.

Jika dilihat dari cara kerjanya, setiap transaksi Forex dilakukan dengan wujud yang jelas. Tentunya kita juga harus tahu bahwa ada peraturan yang berlaku dalam hukum Islam. Fatwa MUI tentang Trading Forex tidak memperbolehkan transaksi yang berbau riba di dalamnya.

Dengan ketentuan tersebut, Trading harus bebas dari bunga di setiap transaksinya. Transaksi itu bisa disebut sah menurut Fatwa MUI. Di dalam aturan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI), ketentuan Forex juga sudah dijelaskan di sana.

Penjelasan Singkat Fatwa MUI tentang Trading Forex

Ketentuan umum mengenai jual beli mata uang sudah ditetapkan oleh dewan Syariah nasional dalam surat resmi nomor 28/ DSN-MUI/ III/ 2002. Di dalam ketentuan tersebut terdapat 4 poin penting yang harus kamu ketahui mengenai Trading Forex dan izinnya saat ini.

  1. Tidak untuk Spekulasi (Untung-untungan)

Kondisi yang harus dipenuhi agar transaksi diperbolehkan adalah tidak mengandung unsur Maysir atau untung-untungan di dalamnya. Berdasarkan fatwa MUI tentang Trading Forex, Maysir mengandung tindak penipuan dimana salah satu pihak untung dan rugi.

Jadi Maysir bisa didefinisikan sebagai judi karena menguntungkan satu dan merugikan pihak lainnya. Dalam Islam, hal ini tidak diperbolehkan karena hukumnya syirik. Oleh sebab itu jika kamu merasa Trading Forex itu berjudi, maka sebaiknya hindari saja.

  1. Ada Saldo Dana Cadangan

Dana simpanan itu penting, karena kamu bisa menjaga uang agar tidak habis sepenuhnya. Di dalam judi, uang biasa habis dipakai karena berbentuk taruhan. Namun dalam fatwa MUI tentang Trading Forex, kegiatan yang mengantung unsur judi itu dilarang.

Salah satunya adalah menghabiskan uang dalam sekali transaksi karena unsur perjudian. Oleh sebab itu, usahakan untuk tidak menghabiskan uang ketika Trading Forex. Sisakan dana untuk simpanan agar tidak terjerumus ke dalam tindakan perjudian.

  1. Nilai Tukar Sama

Syarat ketiga yang harus kamu ketahui adalah transaksi harus menggunakan nilai tukar sama. Fatwa MUI tentang Trading Forex menjelaskan bahwa riba adalah tindakan terlarang. Nilai tukar harus sama agar transaksi itu bisa dinyatakan sah dan sesuai hukum Islam.

Tentu saja hal ini sudah ditetapkan dalam Trading Forex dimana nilai tukar selalu sama. Jika ada perbedaan maka, broker yang kamu gunakan sedang bermasalah. Usahakan untuk cari broker lainnya yang sudah memenuhi ketentuan sesuai Fatwa MUI.

  1. Gunakan Kurs yang Berlaku

Ketika bertransaksi dengan kurs yang berbeda, kamu harus menggunakan salah satu kurs atas kesepakatan bersama. Hal ini akan membantumu untuk meraih kesepakatan ketika Trading. Forex pada dasarnya menggunakan nilai tukar atau kurs yang sama.

Hal ini sudah sesuai dengan fatwa MUI tentang Trading Forex sehingga pelaksanaannya sah. Kamu bisa terus Trading Forex jika sudah mengetahui ketentuan yang berlaku. Namun tetap saja, berhati-hatilah ketika bertransaksi dengan melihat aturan di sana.

  1. Paham Ilmunya

Terakhir adalah memahami ilmu Trading dengan baik agar analisis datanya ada. Jika kamu Trading Forex tanpa mengetahui ilmunya, maka itu sama seperti berjudi. Tanpa ada alasan tertentu, kamu melakukan transaksi dan mengharapkan keuntungan dari perubahan nilai.

Usahakan sebelum mulai Trading Forex, kamu belajar terlebih dahulu cara analisis datanya. Jika sudah paham cara analisisnya, kamu akan tahu arah pergerakan grafik selanjutnya. Hal ini akan membantumu untuk terhindar dari tindak perjudian yang dilarang.

Dengan memahami keempat poin di atas, kamu sudah bisa melakukan Trading Forex. MUI pada dasarnya tidak melarang kita untuk melakukan transaksi valuta asing. Namun sesuai fatwa MUI tentang Trading Forex, tindakan yang melenceng bisa disebut judi dan itu dilarang dalam Islam.