Mengenal Dana Bantuan Sosial Berpola Hibah

Tidak bisa dipungkiri bahwa terkadang adanya kejadian terhadap berbagai hal tidak terduga misalnya seperti bencana membutuhkan adanya dana bantuan sosial berpola hibah sehingga bisa membantu untuk mengurangi beban dari para korban atas kerugian yang didapatkan dari bencana tersebut. Maka dari itu, penting untuk memahami dengan baik bagaimana perencanaan yang dilakukan untuk bisa menyalurkan dana bantuan yang ada tersebut dengan baik dan juga bisa sampai ke seluruh korban bencana dengan sebaik mungkin. Maka dari itu, kali ini akan dibahas mengenai dana bantuan sosial yang diberikan dengan pola hibah tersebut seperti yang akan diberikan pada artikel yang ada seperti di bawah ini.

Mengenal Apa Itu Dana Bantuan Sosial Berpola Hibah

Penyelenggaraan penanggulangan bencana merupakan kegiatan mulai dari tahapan sebelum kejadian bencana, saat terjadi bencana, hingga tahapan pasca bencana yang wajib untuk dilakukan agar bisa mendapatkan kembali kehidupan. Kewenangan dan tanggung jawab utama penyelenggaraan penanggulangan bencana terletak pada Pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat dilakukan secara terarah, terkoordinasi dan terpadu sejak penetapan kebijaksanaan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana. Sehubungan dengan pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pengalokasian dari adanya dana bantuan sosial berpola hibah oleh BNPB kepada daerah yang terkena bencana, agar penggunaan dana bantuan sosial berpola hibah tersebut dapat dilakukan secara efektif, serta menganut azas-azas tata kelola yang baik dan benar.

Selanjutnya yaitu dana bantuan sosial berpola hibah adalah dana yang disediakan Pemerintah kepada pemerintah daerah sebagai bantuan penanganan pasca bencana yang terjadi tersebut kepada pihak yang terdampak. Dana bantuan sosial berpola hibah digunakan untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana terhadap objek-objek fisik dan non fisik yang terkena dampak langsung bencana maupun tidak langsung sesuai ketentuan yang sudah diberikan dan berlaku sesuai dengan perundang-undangan yang ada. Besarnya bantuan dana sosial berpola hibah maksimum diberikan sebesar Surat Keputusan Penetapan Alokasi, yang selanjutnya dapat dituangkan dalam Naskah Kesepakatan yang nantinya akan ditentukan berdasarkan dari adanya bencana yang terjadi.

Ketentuan Pemberian Bantuan Sosial Kepada Korban Terdampak Bencana Alam

Penting juga untuk mengetahui tata cara dari pemberian dana bantuan sosial berpola hibah dengan memberikan bantuan sosial kepada anggota atau kelompok masyarakat sesuai kemampuan daerah, yang dilakukan setelah memprioritaskan pemenuhan belanja urusan wajib. Selain itu, ditujukan untuk menunjang pencapaian sasaran program dan kegiatan dari pihak daerah setempat dengan memperhatikan asas keadilan, kepatutan, rasionalisasi dan manfaat untuk masyarakat. Pemberian bantuan sosial harus selektif dan memenuhi persyaratan penerima bantuan, bersifat sementara dan tidak terus menerus, kecuali dalam keadaan tertentu dapat berkelanjutan sesuai dengan tujuan penggunaannya.

Tidak hanya dana bantuan sosial berpola hibah, terkadang juga terjadi hasil pengumpulan sumbangan untuk korban bencana yang bisa diberikan melalui pejabat berwenang atau bisa secara langsung kepada korban bencana setelah mendapat petunjuk dari pejabat berwenang. Namun, penyelenggara dari pengumpulan sumbangan untuk korban bencana wajib memberi laporan mengenai penerimaan, penyerahan, dan penyaluran sumbangan yang diterima kepada pejabat berwenang untuk nantinya dicek. Jika pengumpulan sumbangan dilakukan tanpa adanya izin secara legal yang telah diberikan dari pihak pejabat yang sudah berwenang atau tidak sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan tadi, dapat dikenakan sanksi pidana kurungan atau denda atau sesuai dengan peraturan yang sudah ditentukan melalui Pasal 8 UU No.9/1961