3 Alasan Mustahil Pemerintah Blokir Google

Beberapa hari yang lalu warga Indonesia dihebohkan oleh pemerintah yang ingin memblokir google dan kawan-kawannya, Dikarenakan Google, Facebook, Instagram, dan WhatsApp tercatat belum terdaftar. Kami merasa betapa mustahilnya pemblokiran itu bisa dilakukan.

Berikut ini ada 3 alasan mustahil pemerintah blokir Google :

1. Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap Google sangat tinggi

Sebagian besar orang Indonesia membutuhkan layanan Google. Harapan pengguna layanan Google bisa menjadi pengguna terbesar di dunia kecuali China sebelum mereka memiliki layanan sendiri yang dapat menggantikan Google.

Ketergantungan ini meluas tidak hanya pada kebutuhan akan akses ke jejaring sosial, tetapi juga penting untuk layanan Internet dalam bisnis, bisnis, dan pendidikan.

2. Metaverse tidak akan berjalan ada tanpa peran Google.

Dapat dikatakan bahwa pemilik Google mungkin memiliki kekhawatiran yang tidak biasa karena jika larangan itu hanya terjadi, Google akan kehilangan pelanggan dalam jumlah yang sangat besar.

Namun, perkembangan Metaverse tidak bisa dibayangkan tanpa peran dan dinamika hadirnya layanan Google. Apakah Kominfo menerapkan prosedur pemblokiran dalam kasus ini? Larangan Google menghambat kreativitas kaum milenial, yang akrab dan akrab dengan Metaverse untuk membangun kehidupan dan masa depan mereka.

Oleh karena itu, sepertinya sangat mustahil bagi Kominfo untuk melakukan hal tersebut jika Kominfo sendiri tidak memiliki layanan backup untuk menggantikan peran Google. Entah itu masalah atau ketidaksepakatan, tampaknya memotivasi generasi muda untuk melakukan beberapa hal:

  • Menggunakan layanan Google untuk hal yang bersifat edukatif.
  • Generasi milenial perlu memikirkan bagaimana caranya agar lepas dari ketergantungan layanan Google.
  • Masyarakat pengguna Google perlu lebih cerdas dan cermat dari Google itu sendiri.
BACA JUGA  Cara Mendapatkan Dollar Paypal Dengan Mudah di Tahun 2022

3. Minimnya akses informasi di bidang pendidikan membuat kaum milenial tertinggal dan tertinggal di berbagai bidang kehidupan

Pembekuan akses informasi dan layanan informasi terkait pendidikan merupakan tantangan terbesar yang dihadapi masyarakat dan pemerintah Indonesia. Saat itu kebijakan blokade dipandang menguntungkan rakyat dan pemerintah Indonesia. Kami pikir pemblokiran hanya akan menyebabkan penundaan dalam banyak aspek yang seharusnya tidak terjadi.

Keterlambatan dalam mengakses pengetahuan dan mengembangkan informasi global harus ditanggapi dengan serius di kancah global. Indonesia hidup dalam persaingan global yang harus terus mendorong generasi muda Indonesia untuk maju dan tidak ketinggalan. Jadi seberapa efektif jika pemblokiran dilakukan oleh kominfo atau menurut pertimbangan rencana yang sedang dilaksanakan.

Pertimbangan dan kebijakan pemerintah harus mencakup akses pendidikan dan bisnis untuk tetap unggul dalam persaingan global saat ini. Metaverse adalah jembatan antara keinginan kaum milenial dan perkembangan global.